Sektor pertanian sangat berpotensi besar untuk meningkatkan perekonomian rakyat dalam pembangunan perekonomian Indonesia.  Provinsi Riau atau Kota Pekanbaru sekitarnya memiliki wilayah pertanian, khususnya perkebunan yang cukup luas terutama perkebunan sawit atau karet; baik perkebunan rakyat maupun yang dikelola perusahaan.

Wilayah perkebunan yang dikelola perusahaan atau para petani-petani ‘besar’ umumnya sudah terdata dan terukur dengan baik sehingga dalam perencanaan, baik itu kesesuaian dengan RT/RW Provinsi Riau (Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Riau), rencana penanaman, penjadwalan perawatan, rotasi panen dan sebagainya, sudah terencana dengan baik dan tentunya hasilnya juga maksimal.  

Namun hal tersebut jauh berbeda dengan para petani rakyat kecil-menegah baik yang ada disekitar kota Pekanbaru ataupun di Provinsi Riau umumnya. Lahan dari petani kecil/rakyat ini umumnya belum terdata dengan baik, belum terukur dengan benar, bahkan seringkali tidak sesuai dengan RT/RW (atau kawasan hutan negara) yang ada. Hal-hal tersebut mengakibatkan perencanaan tidak dapat dijalankan dengan baik, bahkan seringkali terjadi konflik-konflik batas lahan kebun sawit yang ada, kesulitan dalam proses jualbeli maupun kendala-kendala penerbitan legalitas lainnya.

Untuk itu kami hadir di Kota Pekanbaru atau diseluruh Provinsi Riau untuk membantu para petani-petani rakyat; untuk mendata, mengukur dan membuat peta lahan masyarakat yang ada; tanpa ada batasan minimal luasan kebun/areal. Diharapkan dengan mendigitalisasi lahan perkebunan masyarakat tersebut, hasil kebun yang didapatkan paling tidak dapat menyamai dengan perkebunan yang dikelola perusahaan atau para petani-petani ‘besar’.